Catatan Dari Jakarta Coffee Week 2025: Saat Festival Kopi Menjawab Tantangan Industri, Bukan Cuma Merayakan

Perhelatan kopi terbesar di Indonesia, Jakarta Coffee Week (Jacoweek), kembali hadir tahun ini. Dari 31 Oktober hingga 2 November lalu, ICE BSD City menjadi venue untuk event tahunan yang paling ditunggu pecinta kopi. 

Tiga hari penuh kolaborasi dan inovasi ini menjadi pengingat bahwa Jacoweek tidak hanya konsisten merayakan kopi, tapi memberi dukungan positif dalam mengembangkan budaya dan memajukan industri. Edisi kali ini mengusung tema A Decade of Passion - kiprah satu dekade Jacoweek dan semangatnya mendukung industri kopi tanah air.


Ratusan brand lokal dan internasional terkemuka hadir, serta figur-figur penting dan award-winning. Dari barista, roaster dan ahli-ahli kopi terbaik, para pelaku usaha serta produsen dan distributor mereka, hingga para petani dari daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Dari Ruang Komunal Pecinta Kopi, Jadi Platform Strategis Penggerak Industri

Jacoweek pertama diadakan pada 2006 sebagai ruang komunal untuk penikmat kopi Nusantara; mempertemukan petani, komunitas, dan pelaku F&B berskala lokal. Hendri Kurniawan, Co-Founder Jakarta Coffee Week menyebut bahwa Jacoweek awalnya memang bertujuan untuk membangun fondasi lewat edukasi dan kolaborasi dalam industri.

“Sejak pertama kali digelar 10 tahun lalu, Jacoweek konsisten menunjukkan dukungan kuat terhadap perkembangan industri kopi Indonesia. Kami gembira melihat hasilnya: kualitas kopi lokal semakin diakui, dan perwakilan barista kita sukses mengharumkan nama bangsa di kompetisi dunia. Inilah visi yang kami bawa sejak awal.”  Ujar Hendri.

Dengan industri kopi Indonesia yang semakin mengglobal ini, Jacoweek tentunya juga berevolusi, dan kini menjadi platform strategis bukan hanya untuk pelaku industri, ahli maupun penikmat kopi lokal, tapi juga internasional:

  • Pameran berkonsep one-stop shopping solution menghadirkan lebih dari 200 brand, menghadirkan produk-produk inovasi anak bangsa untuk memenuhi kebutuhan pelaku industri mancanegara dan sebaliknya juga.

  • Kompetisi-kompetisi dari Delifru Drink Expert hingga Nordic E-Roasting Challenge mengasa talenta lokal, memberikan mereka platform dan dorongan  untuk bersaing di kancah global.

  • Kegiatan-kegiatan yang dapat menginspirasi, menjadi dorongan bagi mereka yang tadinya hanya penikmat kopi untuk menjadi penggerak dalam industri, mendorong kreativitas dan kolaborasi untuk mencetus inovasi baru. 

Terus Berkolaborasi: Menggandeng Brand Lokal dan Festival Internasional

Menggandeng brand-brand lokal tentunya menjadi kunci untuk Jacoweek dalam memberikan dukungan konsisten kepada industri kopi Indonesia. Kali ini, Jacoweek kembali bekerja sama dengan Roemah Koffie, sebuah brand kopi dengan semangat  memperkenalkan kopi  lokal dan cerita tanah air ke panggung global.

“Semangat yang dibawa (Jacoweek) sejalan dengan misi kami, untuk terus mengembangkan dan mengharumkan budaya kopi Nusantara. Tahun ini, kami secara khusus mengadakan Roemah Koffie Latte Art Competition 2025 di Jacoweek dengan skala yang lebih besar, hadiah lebih menarik serta kolaborasi bersama mitra global.” Ujar Felix TJ, CEO Roemah Koffie.

Melanjutkan semangat untuk level up industri kopi, hadir juga kolaborasi dengan salah satu festival kopi paling populer di Jepang, Tokyo Coffee Festival. Kerja sama ini menjadikan Jacoweek wadah untuk networking dan membuka peluang internasional bagi pelaku industri kopi lokal.

Mengikuti Tren dan Inovasi: Isu Keberlanjutan Hingga Budaya Matcha Disoroti

Untuk terus mendukung kemajuan dan perubahan dalam industri kopi, tentunya setiap tahunya Jacoweek harus dinamis: terus merayakan inovasi, mendalami isu-isu industri terkini dan mengkultivasi tren-tren terbaru di negeri ini. 

Maraknya tren konsumsi matcha dan semakin berkembangnya tea culture di kalangan generasi muda Indonesia tentunya tidak bisa diabaikan. Jacoweek pun memilih untuk merangkul budaya teh ini, memperluas cakupan festival untuk sama-sama memajukan industri F&B. 

Lewat Indonesia Tea Culture, Jacoweek meng-highlight perkembangan ini. Dengan mengambil langkah-langkah baru seperti mengadakan kompetisi Matcha Match, Jacoweek ingin mengakomodasi para pecinta matcha yang semakin hari semakin bertambah banyaknya.

Praktik-praktik keberlanjutan juga sudah mulai menjadi fokus dalam industri kopi. Sebagai penanda komitmen Jacoweek untuk mengatasi masalah ini, festival tahun ini mengambil langkah kecil dengan menggandeng Daur Baur Micro Factory untuk pengolahan limbah gelas plastik selama acara berlangsung.

Berikan Dukungan Konsisten, Dinamis Bergerak Dengan Tren

Jakarta Coffee Week 2025 berhasil merespon kebutuhan-kebutuhan industri lokal untuk bisa semakin bersinar di kancah global, mengikuti dinamika dunia F&B dengan menghadirkan kolaborasi dan inovasi, tanpa melupakan fondasi festival ini saat pertama hadir sedekade yang lalu sebagai perayaan bagi pecinta kopi.

“Ke depannya, kami berkomitmen untuk terus membawa Jacoweek menjadi jembatan bagi kolaborasi baru yang lebih solid dan impactful. Harapan kami, semua pelaku industri bisa saling bergandengan tangan untuk memastikan pertumbuhan industri kopi Indonesia terus maju dan berkembang,” tutup Hendri.

Setiap tahunya, Jakarta Coffee Week semakin mengukuhkan posisi dan peran pentingnya tidak hanya dalam industri kopi, tapi dalam lanskap F&B. Kira-kira gebrakan industri kopi apalagi yang akan dihadirkan di Jacoweek tahun depan?

Previous
Previous

ICAD 15: Kita Satu “Earth Society” Disatukan Oleh Bahasa Universal Desain dan Seni

Next
Next

Geometry Selects: Pembicara Yang Harus Banget Kamu Tonton di IdeaFest 2025