Art Market Se-Indonesia Ada di Art Jakarta!

Dua program pra-acara penuh pujian, Art Jakarta kini siap memasuki puncak eksibisi. Berbeda dari tahun lalu, edisi kali ini diawali dengan dua gelaran pendahulu: Art Jakarta Papers, menonjolkan keandalan seni kriya sebagai medium artistik, serta Art Jakarta Gardens, yang menyajikan seni karya patung melalui perpaduan pameran indoor dan outdoor.

Sekali lagi, pameran ini menegaskan seni tumbuh di berbagai wilayah dengan keotentikan tersendiri sekaligus mencerminkan kekaguman manusia terhadap lingkungan di sekitarnya. Eksistensi seni dari berbagai wilayah memanggil-manggil Art Jakarta untuk menghimpunnya dalam satu wadah.

Melting Pot Seni Kontemporer 

Sepanjang durasi pameran selama 2-4 Oktober 2026, pameran ini akan menampilkan seni kontemporer dengan fokus jelas pada Asia Tenggara dan melibatkan 75 galeri. Tahun ini menandai eskalasi baru lewat hadirnya 19 galeri yang bergabung bersama para partisipan terdahulu. Ekspansi ini dihadirkan bukan semata untuk pertumbuhan eksibisi, melainkan menjadi ruang dialog arah seni yang semakin berkembang.

Special Exhibition Dari Partners

Nantinya Art Jakarta akan menghadirkan galeri melalui kolaborasi partner brand. Melalui kolaborasi ini, para brand diberi ruang untuk menerjemahkan visi bisnis ke dalam bentuk seni yang utuh sekaligus menyuarakan perkembangan usahanya. 

Berbagai brand turut menyajikan kurasi mandiri bersama galeri pilihan dengan menjadikan karya seni sebagai representasi visi bisnis mereka. Langkah ini ditunjukkan oleh Treasury lewat Treasury Art Prize, sebuah ajang bagi seniman untuk menafsirkan eksistensi emas digital yang tidak berwujud fisik. 

Tak hanya itu, mitra lainnya turut menghadirkan deretan karya unik. Bibit, misalnya, menampilkan representasi finansial yang tidak pasti melalui karya Lost at Sea oleh Endry Pagusta. Mr. DIY mengangkat tema kekuatan dan resiliensi, sementara TACO menyajikan sesi interaktif berkonsep puzzle, serta sajian menarik dari mitra lainnya.

Rumah Bersama Galeri

Program lainnya ikut menyita perhatian, dengan kolaborasi yang masih jarang diangkat sebelumnya:

  • Korea Focus

Bermitra dengan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Kepariwisataan Korea Selatan, sesi ini menghadirkan 14 talenta muda pegiat seni kontemporer. 

  • Nata-Citta Artspace

Eksibisi seni prestisius di Bali yang mempertemukan seniman dan akademisi lokal dalam balutan tema Kala-Jnana-Kawya (Waktu, Warna, dan Pengetahuan). 

  • Highlight Galleries

Dari 75 galeri yang tampil, beberapa presentasi yang dipaparkan oleh Enin Supriyanto, Direktur Artistik Art Jakarta, mencuri perhatian antara lain Instalasi salib bermotif bunga harian dari Sal Project, bentuk grotesk tubuh perempuan oleh Artsociates, serta penjelajahan keterhubungan tubuh, alam, dan energi ekologis karya Nguyễn Phương via Ara Contemporary yang berjudul Pulse 1 dan 2. 

Titik Temu Ekosistem Seni Indonesia

Dengan tujuan yang sama, Art Jakarta mendengar inisiatif seni rupa di Indonesia sebagai tempat inklusif, lewat MTN Market yang merangkul art market dari seluruh Indonesia dalam satu atap. Program ini melibatkan seniman independen dan praktisi seni lokal untuk menyoroti keunikan serta diferensiasi gaya seni dari tiap daerah.

Previous
Previous

Menembus Batas Ilusi: Eksplorasi Seni Kontemporer di J+ Art Awards 2026

Next
Next

Geometry Selects x Jakarta Dessert Week: ‘Playlist’ Special Menu City Takeover!