Geometry Selects: Blockbuster Indonesia Tahun 2026
Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) bukan sekadar perayaan dunia sinema. Di JAFF Market, selama tiga hari, aktor, sutradara, produser hingga para stakeholder dan figur-figur industri lainnya sibuk membentuk masa depan perfilman Indonesia.
Tahun ini, berbagai production house berlomba-lomba mengumumkan proyek film mereka yang direncanakan akan hadir di bioskop di tahun 2026 dan 2027 ini. Berikut beberapa film-film pilihan yang patut dinantikan Friends of Geometry!
Laut Bercerita (2026)
Pal8 mengumumkan adaptasi novel Laut Bercerita yang akan menjadi film pertama mereka, melanjutkan momentum cetak ulang ke-100 karya Leila S. Chudori tersebut. Disutradarai Yosep Anggi Noen, Laut Bercerita hadirkan Reza Rahadian sebagai tokoh utama Biru Laut dan Dian Sastrowardoyo yang berperan sebagai Kinanti.
Cerita novel populer ini kian relevan, bukan hanya karena ada unsur family drama yang sedang ramai diangkat ke layar lebar. Berkisah tentang hilangnya aktivis mahasiswa di era orba, dengan banyaknya pertanyaan seputar kondisi demokrasi di Indonesia belakangan ini, film ini akan menjadi pengingat sejarah penting yang datang di waktu genting.
Na Willa (2026)
Setelah sukses luar biasa dengan Jumbo, Visinema meneruskan eksplorasi cerita anak-anak dan keluarga mereka lewat Na Willa. Film yang diadaptasi dari buku anak-anak populer Reda Gaudiamo yang berlatar di Surabaya tahun 1960-an ini akan menjadi karya live-action pertama dari sutradara Jumbo, Ryan Adriandhy.
Menggabungkan nostalgia yang colourful dan kehangatan keluarga, film yang ditargetkan rilis lebaran tahun depan ini tentunya akan bantu healing inner child penonton Indonesia. Talenta baru Luisa Adreena akan tampil sebagai Na Willa yang penuh imajinasi, menghadapi tantangan-tantangan kehidupan sehari-hari!
Ratu Malaka (2027)
Visinema mengumumkan comeback-nya Angga Dwimas Sasongko ke kursi penyutradaraan setelah dua tahun hengkang. Sutradara 13 Bom di Jakarta ini akan menggarap film thriller berjudul Ratu Malaka. Melibatkan koreografer film action internasional Chan Ma Ching, Ratu Malaka dipastikan penuh adrenalin!
Film yang dijadwalkan akan rilis 2027 ini berkisah tentang kekejaman dunia kriminal, dengan sentuhan unik mistisisme khas Asia Tenggara. Cast-nya pun tidak kalah action-packed, dibintangi aktris dan mantan atlet karate Claresta Taufan, yang akan ditemani oleh aktor-aktor papan atas seperti Dion Wiyoko, Ganindra Bimo serta Faris Fadjar.
Si Buta Dari Gua Hantu: Mata Malaikat (2027)
Bumilangit bekerja sama dengan MAGMA hadirkan IP Si Buta Dari Gua Hantu. Film karya Charles Ghozali ini akan melanjutkan kisah pendekar silat legendaris yang pertama diciptakan oleh Ganes TH dan telah dibaca lebih dari 20 juta orang.
Di tengah ramainya kritik terhadap film adaptasi komik barat yang mulai kehilangan arahnya, BCU dan Si Buta Dari Gua Batu mengingatkan kita kembali atas kekayaan dan potensi IP asli Indonesia dalam ranah cerita superhero. 60 tahun setelah pertama dilahirkan, akhirnya ikon ini akan diangkat ke layar lebar!
Pulang Kampung (2026)
2025 menjadi tahun luar biasa untuk Imajinari. Setelah Agak Laen memecahkan rekor box office, mereka ingin membawa momentum ini ke tahun 2026, mengumumkan tiga proyek baru yang tidak kalah menarik. Salah satunya adalah Pulang Kampung, film terbaru dari aktor, penulis dan sutradara Bene Dion.
Tentunya pecinta sinema Indonesia tidak akan lupa dengan karya debut Bene Dion, Ngeri-Ngeri Sedap. Kini ia kembali menghadirkan sebuah kisah keluarga Batak yang menyentuh, tapi dalam bentuk musikal!
Operasi Pesta Pora (2027)
Imajinari juga mengumumkan film panjang perdana dari drummer band Seringai, Edy Khemod. Operasi Pesta Pora merupakan film heist dengan premis yang unik, mengikuti tim pencopet di tengah hiruk-pikuk festival musik!
Film yang sempat di-tease di festival Pestapora tahun ini tidak hanya bersutradara musisi saja, tapi juga dibintangi Iqbaal Ramadhan, yang semakin naik daun sejak pertama nyebrang ke dunia perfilman. Ensemble cast film ini dilengkapi rising star lainnya, dari Kristo Imanuel, Zulfa Maharani hingga Kawai Labiba!
Bandits of Batavia (TBA)
Imajinari berhasil membuat blockbuster drama-komedi dengan mengembangkan cerita-cerita asli, bersama pemeran dan pembuat film yang dekat dengan materi dan memberi mereka ruang bermain kreatif yang memadai. Film ketiga yang mereka umumkan di JAFF Market disebut proyek paling ambisius rumah produksi ini.
Bandits of Batavia, adaptasi dari komik karya Bryan Valenza sebenarnya sudah diinisiasi sejak JAFF Market tahun lalu. Disutradarai oleh Ernest Prakasa, yang terkenal karena membawakan cerita menyentuh tentang cinta atau keluarga tapi tetap bisa mengundang tawa, Bandits of Bataviaakan menjadi film action pertamanya.