Musik Bertemu Seni & Budaya: Eko Nugroho Angkat Memori Sungai Code di Prambanan Jazz

Salah satu festival musik paling prestisius di Indonesia, Prambanan Jazz, menggandeng Eko Nugroho untuk merancang identitas visual di edisi ke-12 tahun ini, diselenggarakan pada 3, 4, dan 5 Juli nanti.

Sejak pertama kali digelar, Prambanan Jazz Festival konsisten menghadirkan musisi kelas dunia. Tahun ini, musisi-musisi global ternama seperti Michael Learns to Rock dan Xdinary Heroes sudah diumumkan akan memeriahkan line-up, membintangi bersama NIKI!

Kehadiran seniman lokal Eko Nugroho sebagai commissioned artist semakin memperkuat posisi Prambanan Jazz sebagai perayaan lintas-disiplin, sebuah selebrasi kehidupan dan kebudayaan dimana musik serta seni visual bersatu di lanskap ikonik Candi Prambanan.

Seorang seniman kontemporer yang dikenal di kancah nasional maupun internasional, Eko Nugroho akan mewarnai Prambanan Jazz 2026 dengan pendekatan visualnya yang khas.

Dengan rekam jejak yang panjang di dunia seni rupa, Eko Nugroho dikenal untuk praktik visual yang berakar dari estetika street art, graffiti hingga komik, dengan lapisan kritik sosial.

Ternyata dibalik proses kreatifnya, hadir hubungan kuat antara musik, seni visual dan alam, yang dicerminkan oleh pendekatan terhadap tema “Celebrate the Joy” festival tahun ini:

“Musik selalu menjadi ruang imajinasi bagi saya. Berangkat dari atmosfer Prambanan Jazz, muncul visual-visual yang kemudian saya olah lewat simbol, tokoh, dan elemen yang terinspirasi dari kehidupan sosial, memori masa kecil di Sungai Code, hingga keresahan masyarakat modern hari ini.” Ujarnya.

Memunculkan berbagai visual, Eko Nugroho menggabungkan pengalaman-pengamatan pribadi dengan pengamatan sosial. Ia kemudian mengembangkanya menjadi elemen artistik untuk karyanya, menerjemahkannya menjadi skala lebih besar, untuk festival internasional.

Hasilnya adalah perpaduan warna-warna berani, ritme visual yang dinamis, serta elemen-elemen alam yang kuat dalam satu arah visual yang kental identitas lokal Yogyakarta. Sesuai dengan tema, secara filosofis ia ingin menjadikan Prambanan Jazz 2026 sebuah wujud ‘sukacita’ dimana kehidupan dan kebudayaan dapat bersinergi.

Perayaan Prambanan Jazz tahun ini tidak hanya berpusat pada pengalaman manusia saja. Tema “Celebrate the Joy”  tahun ini menekankan keterlibatan lingkungan sekitar juga. 

Lebih dari sekedar refleksi masa lalu pribadi, maupun kehidupan sosial serta dinamika masyarakat modern masa kini, arah visual Eko Nugroho memposisikan Prambanan Jazz 2026 sebagai ruang yang membumi, dimana harapan masa depan dapat ditanam, dimana kebahagiaan bisa didistribusikan secara merata antara manusia dan tanah yang dipijakkan.

Next
Next

“Executive Chef” Itu Jabatan, Bukan Sekadar Sertifikat