“Executive Chef” Itu Jabatan, Bukan Sekadar Sertifikat
Belakangan, industri kuliner Indonesia sedang ramai membahas sosok yang mengaku mendapatkan sertifikasi “Executive Chef” tingkat ASEAN untuk membantu program MBG. Namun alih-alih mendapat respons kagum, banyak pelaku industri justru mempertanyakan satu hal:
Sejak kapan titel executive chef bisa didapat lewat pelatihan singkat?
Di industri hospitality profesional, “executive chef” bukan gelar akademik atau titel yang didapat dari seminar.
Executive chef adalah posisi tertinggi di dapur profesional, jabatan yang biasanya didapat setelah perjalanan panjang dari bawah.
Seorang chef umumnya harus melewati tahapan:
commis chef → chef de partie → sous chef → head chef → executive chef
Dan prosesnya bisa makan waktu bertahun-tahun.
Tugas executive chef bukan cuma “jago masak”, mereka harus bisa mengatur operasional dapur, menjaga konsistensi kualitas makanan, memimpin brigade kitchen, mengelola food cost, staffing, inventory, sampai menghadapi pressure service setiap hari.
Singkatnya: executive chef adalah posisi manajerial sekaligus kreatif.
Dan semua itu tidak mungkin dibentuk hanya lewat pelatihan singkat.
Banyak pelaku industri justru menilai lembaga sertifikasi seperti BNSP mulai bermasalah ketika menggunakan nomenklatur jabatan profesional seperti executive chef dalam program pelatihannya.
Karena penggunaan nomenklatur executive chef memberi kesan seolah posisi tertinggi di dapur profesional bisa diperoleh hanya lewat sertifikasi pelatihan.
Analoginya mirip seperti seseorang ikut pelatihan bisnis lalu langsung menyebut dirinya CEO.
Secara administratif mungkin punya sertifikat kompetensi. Tapi apakah sudah pernah memimpin perusahaan nyata?
Belum tentu.
Karena itu, banyak chef profesional bereaksi keras terhadap fenomena ini.
Bukan karena menolak pendatang baru atau meremehkan pentingnya sertifikasi, melainkan karena industri dapur profesional sangat menghargai proses dan jam terbang.
Reputasi seorang chef umumnya dibangun melalui pengalaman bertahun-tahun menghadapi tekanan service, memimpin tim, menjaga konsistensi kualitas, serta bekerja dalam ritme operasional dapur yang intens setiap harinya.
Bagi banyak orang industri, gelar seperti executive chef bukan achievement badge yang selesai setelah pelatihan.
Itu posisi yang harus dijalani, dibuktikan, dan dipercaya oleh industri.
Karena sertifikat bisa dicetak dalam sehari. Tapi reputasi di dapur? Biasanya dimasak jauh lebih lama.