Praktis Makan Buah Tanpa Perlu Dikupas

Geometry-Frutivez.jpg

Konsumsi buah diperlukan dalam keseharian untuk memenuhi kebutuhan vitamin yang dapat memberi nutrisi pada tubuh. Sayangnya, di era yang serba cepat kita terkadang tidak punya waktu untuk konsumsi buah. Mengupas buah terkadang jadi kegiatan yang merepotkan karena lengket dan butuh waktu. Mengetahui adanya potensi memenuhi permintaan akan konsumsi buah yang praktis, munculah revolusi makan buah yang tidak lagi perlu dikupas.

Tanpa mengurangi nutrisinya, buah-buahan dapat dikonsumsi secara praktis melalui proses dehidrasi atau dikeringkan. Berbeda dengan produk olahan pada umumnya dengan penambahan gula atau pengawet, proses alami dehidrasi buah ternyata bisa mempertahankan vitamin yang ada di dalamnya dengan rasa alami buah itu sendiri. Adalah Frutivez, salah satu produk olahan buah yang menggunakan metode dehidrasi dalam produksinya. Muhammad Nur Rijaldi, Founder Fruitivez, menyatakan bahwa produk olahannya 100% buah alami dengan rasa asam dan manis yang berasal dari buah itu sendiri. Tidak ada tambahan apapun termasuk pewarna. Jadi, semua produknya memiliki warna alami buah sebenarnya. 

Rijaldi menyatakan bahwa awal Frutivez dibangun karena adanya kesadaran akan sisa buah yang tidak lolos standar supermarket. Kala itu ia masih menjadi mahasiswa di jurusan teknologi pertanian. “Ketika pergi ke daerah Cirebon, saya melihat banyak buah mangga yang terbuang karena tidak lolos uji supermarket. Padahal buah-buahan tersebut masih layak makan. Akhirnya saya berpikir bagaimana membuat mangga tersebut bisa diolah lagi agar tidak terbuang. Inspirasi pun datang dari produk olahan buah dry fruit dan fruit leather. Dengan juga mengadopsi tren buah yang marak di Thailand, terciptalah gagasan membuat fruit strip yang melewati proses penelitian panjang,” jelas Rijaldi. 

Pengembangan produksi dimulai dengan misi untuk menghadirkan produk buah yang praktis. Kata praktis pun diusung untuk berbagai tujuan yaitu praktis menemukan buah tertentu sekalipun sedang tidak musim. Praktis karena tidak perlu dikupas dan bisa langsung dimakan. Praktis karena bisa dibawa ke mana-mana untuk jadi camilan atau makanan pendukung. Dengan penerapan kata praktis di proses produksinya, Frutivez bisa mencapai pasar yang diharapkan yaitu kaum milenial dan generasi z yang memiliki mobilitas tinggi. Entah itu bekerja atau berada dalam aktivitas lainnya seperti lari, bersepeda, atau naik gunung. Frutivez dapat dengan mudah dibawa, ringan, dan tidak memenuhi ruang tas. Bahkan bisa dibawa di kantong. 

Saat ini, variasi buah-buahan Fruitivez menggunakan produk buah lokal seperti buah mangga gedong gincu dari Cirebon, pepaya dari petani di Tasimalaya, nanas dari petani di Subang, dan pisang cavendish. Rijaldi mengemukakan bahwa riset dan pengembangan sebuah produk cukup memakan waktu yang lama. Jadi untuk menghadirkan sejumlah varian baru tidak bisa dalam waktu singkat. Apalagi Frutivez mengedepankan kualitas buah yang terjaga nutrisinya. Meskipun begitu, ke depannya tentu akan ada variasi buah-buah lainnya seperti apel dan salak serta produk sayur-sayuran. (AM)

Previous
Previous

Airi Matahari: Menjual Karya Seni Melalui Sistem Lisensi

Next
Next

Memaksimalkan Brand Community Sebagai Strategi Marketing