Berawal dari Hutan, LaLaLa Tumbuh Jadi Festival Musik Regional!
Pertama kali dihadirkan di Hutan Cikole, Bandung, perjalanan LaLaLa Festival kini memasuki tahun ke-10. Pada 2026, perhelatan musik bernuansa hutan ini membuka babak baru dengan memperluas penyelenggaraanya ke dua negara berbeda, yakni Indonesia serta Filipina!
Langkah awal perkembangan festival ini dimulai pada 2024 saat berpindah lokasi ke ibukota tanpa melupakan identitas dan pengalaman unik mereka. Di Jakarta, LaLaLa kembali menggabungkan nuansa alam, musik, serta visual, namun dalam ruang urban.
Tidak hanya karena keunikan konsep saja, LaLaLa kini dikenal untuk kurasi lineup-nya juga. Setiap tahun, LaLaLa menjadi melting pot untuk musik lintas negara, generasi, dan genre bertemu audiens yang beragam. Edisi tahun ini akan diadakan pada 22 dan 23 Agustus 2026 di Jakarta International Expo dengan berbagai pengalaman baru.
Membawa Nuansa Alam ke Ruang Urban!
Identitas LaLaLa lahir dari suasana asri Hutan Cikole. Walau sudah berpindah ke kota dan bahkan lintas negara ,festival ini konsisten mempertahankan nuansa alam dengan pengalaman di luar panggung. Selain pengalaman musikal yang luar biasa, LaLaLa menghadirkan instalasi, dekorasi, serta elemen visual yang imersif yang bertemaUrban Sanctuary Meets Forest Fantasy.
Di festival tahun ini, akan ada chilling area dengan visual mapping, menguatkan ambience, kenyamanan dan detail dalam pengalaman beristirahat pengunjung.
Bintang Internasional, Nama Besar Lintas Era dan Talenta Baru
Berbagai warna musik dipertemukan di LaLaLa setiap tahunnya, dari bintang internasional seperti Steve Lacy, nama-nama besar lintas era, hingga talenta baru lokal. Beberapa penampilan LaLaLa tahun ini merupakan Asia Exclusive atau satu-satunya show di Asia bagi:
Rex Orange County
The Flaming Lips
Matt Maltese
Setlist yang dibawakan di LaLaLa pun berbeda dari festival lainnya. Di festival ini tidak ada penampilan singkat beberapa lagu saja, karena para artis akan mengikuti format konser mereka seperti biasa. Dengan ini, penonton mendapatkan pengalaman lebih lengkap dari setiap penampil. Belum lagi rangkaian special show yang dihadirkan di LaLaLa 2026:
Farewell Showdari Kodaline
HONNE dengan 10th Anniversary Show mereka
Two Door Cinema Club merayakan 15th Anniversary Album Tourist History
Titik Temu Pecinta Musik dari Berbagai Negara
Kualitas serta daya tarik LaLaLa Festival terlihat dari banyaknya penonton dari mancanegara. 20% dari penonton festival ini berasal dari luar negeri. Bukan hanya jadi perayaan bagi komunitas musik lokal saja, LaLaLa adalah titik temu bagi pecinta musik internasional yang ingin pengalaman berbeda.
Pertumbuhan audiens ini-pun dicerminkan oleh LaLaLa yang terus berkembang, hingga kini dengan ekspansi regional ke Filipina. Meski sudah bertumbuh banyak sejak perhelatan pertama di Bandung sepuluh tahun yang lalu, LaLaLa tetap setia dengan akarnya yang sudah lama tertanam:
Semangat ‘alam’, tidak hanya di terasa di nuansa festival saja, tapi dengan semangat ‘ruang terbuka’ dimana komunitas berbeda dapat merayakan musik bersama.