Generasi Terjebak Nostalgia

Gen Z dikenal sebagai generasi digital natives atau “terlahir digital” karena mereka lahir dan besar di masa teknologi telah berkembang dengan baik. Meskipun begitu, ternyata generasi ini memiliki ketertarikan besar pada era 80-an dan 90-an, mulai dari segi gaya berpakaian, playlist, gaya rambut, dan juga palet warna yang mulai menuju ke arah vintage dan retro

Internet menjadi salah satu aktor kuat dalam memberikan akses tanpa batas kepada Gen Z untuk mengeksplor media-media lampau, di mana bermunculan foto-foto, video, dan film yang menunjukkan warna palet menarik dari dekade sebelumnya. Ketertarikan Gen Z pada era 80-an dan 90-an dapat dibuktikan oleh komentar-komentar mereka di salah satu konten “throwback video” melalui platform TikTok menyebutkan bahwa mereka menyesal tidak lahir pada masa 80-an dan 90-an. Alasan para Gen Z menyebutkan hal itu adalah ketika mereka melihat masa lalu, selalu akan ada hal yang membuat mereka nyaman dan akhirnya cenderung hanya mengingat hal-hal positifnya saja, daripada memperhatikan hal-hal kecil yang menjadi suatu kekurangan dari masa tersebut.

Sesuatu yang “aesthetic menjadi perhatian besar bagi Gen Z, yang mana mengacu pada style di era 80-an dan 90-an. Gen Z selalu menunjukkan interaksi positif terhadap barang-barang tua yang mereka anggap “aesthetic”, seperti bagaimana mereka mulai menggunakan kamera analog dan kamera disposable dengan filter efek vintage menjadi poin utamanya, ketimbang menggunakan kamera digital yang menghasilkan gambar lebih jernih tanpa adanya filter efek ala vintage

Gen Z selalu menunjukkan interaksi positif terhadap barang-barang tua yang mereka anggap “aesthetic”

Bukan hanya itu saja, terdapat juga tren thrifting shopping atau pembelian barang bekas yang mulai marak pada akhir abad ke-19 kemarin. Tren berbelanja thrift shop menjadikan pakaian sampai riasan bergaya vintage dan retro sebagai pencarian utama para Gen Z, mulai dari mom jeans, ikat rambut scrunchies, tas croco rantai, sampai celana cutbray merupakan tren fashion tahun 80-an dan 90-an yang kembali hadir di masa kini. Selain memiliki harga yang murah dan melekatnya gaya “jadul” unik di tiap-tiap detail produknya, alasan Gen Z yang lebih memilih berbelanja di thrift shop dibandingkan dengan membeli barang baru adalah adanya pengaruh dari perubahan lingkungan serta meningkatnya keinginan menggunakan sesuatu yang berkelanjutan dalam jangka waktu panjang. 

Dengan meningkatnya ketertarikan Gen Z berbelanja di thrift shop, membuat munculnya beberapa inovasi untuk membuka thrift shop secara online di berbagai platform, mulai dari platform sosial media sampai platform jual beli online. Salah satunya adalah Depop, sebuah wadah jual-beli pakaian bekas di situs online yang cukup besar dan menjadi salah satu tempat bagi Gen Z mengeksplor lebih jauh terkait style bergaya retro dan vintage dari seluruh dunia tanpa adanya batasan.

Di ranah dunia musik, Bee Gees, The Rolling stone, dan Queen, menjadi musisi lawas yang sampai saat ini masih digemari oleh kalangan Gen Z. Tak hanya mendengarkan lagunya saja, namun Gen Z turut ikut meramaikan penayangan film dokumenter musisi lawas yang membuat para Gen Z makin tertarik tanpa memandang jaman sama sekali. Bahkan, saat ini masih banyak lagu lawas yang kembali bersinar, terutama ketika lagu tersebut digunakan di salah satu platform TikTok, di antaranya ada lagu Just the Two of Us – Grover Washington dan lagu yang berasal dari negeri matahari terbit yaitu Stay With Me – Miki Matsubara.

Menurut Gen Z, ketertarikan dalam menikmati suasana nostalgia bukanlah hanya sekedar tren semata saja, namun itulah yang mengidentifikasikan generasi dalam jangka waktu panjang sebelum mengenal adanya teknologi dengan baik. Kita semua hidup di masa depan, dan menyadari bahwa kita tidak perlu untuk melihat tren-tren di dekade sebelumnya sebagai suatu hal yang hambar. 

Kita semua hidup di masa depan, dan menyadari bahwa kita tidak perlu untuk melihat tren-tren di dekade sebelumnya sebagai suatu hal yang hambar. 

Previous
Previous

5 Film Asia Untuk Teman Berakhir Pekan

Next
Next

Bisnis Sendiri atau Dengan Mitra?