Indonesia dan Taiwan Makin Dekat Lewat Musik
Kini menjadi salah satu perhelatan musik penting di Asia Tenggara, LaLaLa Festival sukses diselenggarakan di Jakarta dari 22 hingga 23 Agustus lalu. Untuk mendorong perkembangan industri musik regional, tahun ini LaLaLa bekerja sama dengan Biro Pengembangan Industri Audiovisual dan Musik (BAMID) Kementerian Kebudayaan Taiwan - menjadi bagian dari program pertukaran musik antara dua wilayah!
Bagi BAMID, Indonesia merupakan mitra potensial dalam bidang budaya dan industri musik, karena memiliki keterkaitan erat melalui pekerja migran dan imigran baru. Kerjasama dengan LaLaLa menjadi bagian dari “Program Perluasan Pasar Musik Populer ke Asia Tenggara” yang memasuki Indonesia untuk pertama kalinya tahun ini.
Kehadiran BAMID di LaLaLa tidak hanya memberikan kesempatan kepada generasi muda Indonesia untuk mengenal musik populer Taiwan, tapi juga untuk memperdalam dialog, kerja sama serta penjodohan bisnis antara industri kreatif kedua wilayah.
Di LaLaLa kemarin, BAMID memilih dua musisi Taiwan untuk tampil di panggung festival, yakni MANAGONA serta LINION. Menemani mereka adalah DrunkMonk dan Wendy Wander, yang direkomendasikan oleh Taipei Music Centre. Zona Taiwan juga dihadirkan di area festival, menampilkan desain dan kemasan album rekaman fisik dari wilayah tersebut!
Kolaborasi antara BAMID dan LaLaLa tidak berhenti di JIExpo saja. Senin lalu, “Taiwan-Indonesia Music Exchange & Business Matching Event” juga diselenggarakan di MINQ Jakarta!
Temu bisnis ini mengundang hampir 50 tokoh kunci dari industri musik Taiwan dan Indonesia. Sekaligus menjadi forum musik bilateral, BAMID juga mengajak dua pakar untuk mengupas secara mendalam tren musik serta perkembangan pasar festival kedua wilayah:
Donny Heru, CEO perusahaan festival musik The Group, sekaligus pendiri LaLaLa
Peneliti mengenai pekerja migran di Taiwan serta seni-budaya, Wu Ting-Kuan.
Kegiatan tersebut menjadi penutup pertemuan bisnis bagi BAMID yang dimulai 21 Agustus lalu, bertemu secara langsung dengan kurator festival musik, label rekaman, venue pertunjukan, hingga media - termasuk kunjungan lapangan ke Antida Music, perusahaan produksi musik terkemuka di Bali.
Pertukaran musik Taiwan-Indonesia selama lima hari ini - dari LaLaLa Jakarta hingga di Bali juga, diharapkan memperluas wawasan industri kreatif kedua wilayah, membangun landasan kokoh untuk kerja sama di masa mendatang!