Onlights Ajak Kita Berhenti Sebentar dan Berpikir Ulang Arti Hidup

Hidup di kota besar sekarang rasanya kayak perlombaan yang nggak ada garis finish-nya. Semua orang sibuk keliatan “berhasil”, tapi diam-diam capek sendiri. Diluncurkan di Cartea Books & Bistro, Jakarta, 28 Maret lalu, Onlights hadir bukan sekadar platform digital, tapi ruang buat ngobrolin hal yang biasanya kita pendam.

Disconnection di Era Jaringan Digital

Onlights lahir di era dimana disconnection semakin terasa: dari diri sendiri, dari alam, dan sesama manusia.

  • Hampir satu dari enam orang mengalami kesepian, sebuah isu berdampak buruk pada kesehatan mereka, secara mental maupun fisik.

  • Isolasi sosial secara global meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Semakin banyak orang kekurangan dukungan sosial yang dekat dan hubungan bermakna.

Budaya kerja modern serta jaringan digital tidak memastikan koneksi dan lingkungan yang lebih baik juga, malah sebaliknya. 

  • 1 dari 5 karyawan merasa makin kesepian

  • Batas antara kehidupan professional dan personal semakin dikaburkan

  • Hingga 85% mengalami burnout, dari kelelahan kronis maupun emosional.

Work-life balance cuma jadi konsep, bukan kenyataan.

Ekosistem Konten yang Mendorong Introspeksi

Onlights menghadirkan ekosistem konten digital yang diciptakan untuk mendorong introspeksi, namun tetap berakar pada pengalaman manusia sehari-hari.

Berbagai format konten ada di Onlights:

  • Wawancara dengan healer, terapis, praktisi spiritual dan pakar wellness, membahas berbagai topik, dari menumbuhkan ketahanan emosional hingga proses transformasi batin dan spiritual.

  • Episode solo reflektif yang mengeksplorasi tema-tema yang dekat dengan kehidupan banyak orang saat ini, seperti menemukan makna menjadi orang tua, serta mengintegrasikan pertumbuhan pribadi dengan tanggung jawab professional.

  • Penerbitan esai dan artikel in-depth dari penulis Onlights dan tokoh-tokoh terkenal di industri wellness, menggali pemikiran filosofis, wawasan psikologis, simbolisme mimpi, dan pertanyaan-pertanyaan mendalam.

Kembali Bercerita, Bentuk Koneksi Tertua Dalam Sejarah Manusia

Nggak hanya online, Onlights juga bikin ruang interaksi secara langsung berupa storytelling club bernama The Light Club, sebuah ruang pertemuan dimana kita bisa menyembuhkan - dan disembuhkan - lewat bentuk koneksi tertua dalam sejarah manusia, yaitu bercerita.

Dalam setiap sesi, para peserta diundang untuk membagikan cerita personal dalam ruang yang didedikasikan untuk mendengar dengan penuh perhatian. Sebuah Kode Etik dibuat khusus dengan prinsip-prinsip yang memastikan bahwa setiap pertemuan tetap menjadi ruang aman penuh rasa hormat dan saling menjaga bagi semua yang terlibat.

Next
Next

Sudah Jadi Favorit di Jakarta, Burger MOGUL Sekarang Buka di Medan!