Sony Music Gandeng Sun Eater Luncurkan Label Baru, LUNAR
Apa yang terjadi saat salah satu pemain besar industri musik dunia menggandeng label independen terdepan di Indonesia?
Sony Music Indonesia secara resmi bekerjasama dengan Sun Eater Group untuk meluncurkan sebuah joint venture label bernama LUNAR. Dibentuk dengan tujuan mengangkat talenta-talenta lokal ke tingkat regional, roster perdana label ini terdiri dari tiga musisi baru yang mendobrak batasan genre.
Sun Eater dikenal melahirkan karya-karya serta sosok yang membentuk pop culture di Indonesia, pengembangan artist mereka yang inovatif berhasil mempertemukan semangat musik indie dengan daya jangkau mainstream,
Pendekatan artist-first Sun Eater terhadap pengembangan talenta, tanpa mengorbankan identitas kreatif mereka, sudah terbukti rekam jejaknya. Kini menjadi salah satu pembentuk pop culture di Indonesia, selain nama-nama seperti Hindia, .Feast, Reality Club dan Lomba Sihir, roster Sun Eater juga diperkuat bintang-bintang dari berbagai sub-label mereka termasuk Naykilla (Satutone) dan Dongker (Greedy Dust).
Melanjutkan pendekatan tersebut, LUNAR dibentuk untuk mengangkat talenta-talenta lokal ke ke level regional. Dengan joint label ini, ekosistem komunitas dan strategi pemasaran hiperlokal yang menjadi kekuatan Sun Eater akan dipertemukan dengan jaringan distribusi dan kekuatan pemasaran global Sony Music.
Kecoud, Alee, dan Nandoshi mewakili semangat lintas genre yang sejak awal ingin diusung LUNAR, dan kami sangat antusias menyambut kolaborasi ini.” Ujar Muhammad Soufan (Munna), General Manager Sony Music Entertainment Indonesia.
Siapa saja ketiga musisi luar biasa yang mengisi roster perdana mereka?
Menggabungkan musik tradisional Jawa dengan hip-hop kontemporer, Kecoud merancang genre baru yang disebut ‘Keroncong Hop’. Ia telah merilis beberapa single sendiri dengan sound-nya yang khas, seperti “shawty tjantik” bersama Crisbe, dan re-imagining “DtMF” versi bahasa Jawa ‘Bad Bunny asli Purwokerto’ yang ia post di YouTube juga sempat viral!
Bahkan sebelum merilis satupun lagu, Alee sudah dikenal karena konten short form yang ia post TikTokalee_sgf. Menangkap proses berkaryanya sebagai seorang singer-songwriter, salah satu konten Alee ditonton 1.2 juta kali. Berawal dari konten ‘Day 1 nulis lagu’, kini ia mendapatkan ribuan komentar meminta untuk merilis lagu tersebut, “(Untitled)” secara resmi!
Bergerak scene streetwear dan fashion di Jakarta, Ananda Alivia merilis musik feel-good dengan produksi upbeat sebagai Nandoshi. Sudah merilis tiga single, termasuk “If It’s Not You, I Don’t Want It” Ia disebut sebagai ‘next chapter’ Sun Eater setelah sebelumnya sukses membawa Reality Club, yang juga bernyanyi dalam bahasa Inggris, ke ranah internasional!
“Indonesia saat ini menjadi rumah bagi salah satu komunitas musik yang paling dinamis dan aktif secara digital di dunia. Bersama Sun Eater Group, kami membentuk LUNAR untuk menggabungkan jangkauan global Sony dengan pendekatan kurasi kreatif yang otentik dan berakar dari komunitas. Lanjut Munna.
Dengan roster yang otentik, beragam dan relevan secara budaya, LUNAR sudah siap mengukuhkan posisi Indonesia di lanskap industri entertainment Asia Tenggara, sekaligus menjadi jembatan untuk talenta baru kita ke panggung dunia!