Art Jakarta Papers: Tidak Sebatas Bahan Saja, Kertas Menjadi Medium Seni Yang Bermakna
Kalian pernah tidak, terpikir pentingnya kertas dalam keseharian kita? Sudah dianggap biasa, terkadang peran kertas dalam kehidupan kita dilupakan. Hal yang sama pun terjadi di dunia seni; padahal kertas merupakan dasar penting bagi proses artistik, mulai dari eksplorasi gagasan hingga produksi.
Art Jakarta Papers bertujuan untuk merubah pemikiran seperti itu. Resmi dibuka pada tanggal 5 Februari kemarin di City Hall, Pondok Indah Mall 3, pekan seni ini diramaikan dengan karya 28 galeri dalam dan luar negeri.
Selain pameran dan galeri, akan diadakan presentasi tunggal berupa instalasi dan karya berbahan utama kertas dari sejumlah seniman tanah air, serta rangkaian diskusi terkurasi - merayakan dan mendalami peran kertas dalam praktik seni rupa kita. Keseruan Art Jakarta Papers akan terbuka untuk publik hingga tanggal 8 nanti!
Art Jakarta Merespons Gerakan Seni Bermedium Kertas Global
Art Jakarta Papers pun merupakan sebuah respons perkembangan signifikan dalam lanskap seni global: praktik-praktik seni yang mengutamakan kertas mulai diberi perhatian khusus di pekan seni, biennale hingga pameran institusi-institusi seni ternama di seluruh dunia; merayakan nilai intelektual, materialitas serta aksesibilitas medium tersebut.
Gerakan seni kertas global ini tentunya bukan bertujuan untuk ‘memisahkan’ medium tersebut dalam ekosistem seni rupa. Melanjutkan semangat yang sama dalam konteks seni lokal, Art Jakarta menonjolkan kertas serta kelebihannya dalam sebuah upaya untuk memposisikannya sejajar dengan medium seni lain di Indonesia dalam relevansi historis, konseptual dan ekonomi.
Art Jakarta Papers sekaligus hadir sebagai dorongan untuk keberlanjutan industri seni rupa negeri kita yang tidak hanya semakin dalam wacananya, tapi juga luas dan beragam praktiknya.
Keberagaman dan Kedalaman Kertas Dalam Seni Dikedepankan
Dalam konteks seni lokal, praktik berbahan utama kertas tentunya beragam: mencakup gambar, cetak, ilustrasi, buku seniman hingga praktik eksperimental berbasis arsip dan riset lainnya.
Bagaimana kertas bisa dijadikan praktik artistik penuh makna akan diperlihatkan oleh kolaborasi seniman dengan dua pemain besar industri keuangan di Special Presentation Art Jakarta Papers:
Rudy Atjeh, yang sudah berkarya menggunakan teknik potong kertas manual selama satu dekade, menghadirkan instalasi seni monolitik di myBCA Space. Mengapresiasi presisi, kerapuhan serta proses meditatif yang terlibat dalam praktik seni kertas, karya Rudy menggambarkan perjalanan hidup manusia melalui metafora sebuah pohon. Pengunjung pun dapat berinteraksi dengan instalasi ini melalui aktivitas origami, ikut serta mengembangkan karya Rudy sepanjang periode pameran.
Di Sucor AM Corner, hadir instalasi interaktif seniman Naufal Abshar. Naufal menghadirkan konsep catur dengan enam patung papier mache yang tidak hanya mewakili bidak, tapi juga hadir sebagai sebuah metafora tentang strategi, peran dan pengambilan keputusan, membentuk cerita utuh tentang bagaimana mereka saling melengkapi.
EDISII juga akan hadir untuk menampilkan presentasi karya seni cetak edisi terbatas oleh sejumlah seniman kontemporer Indonesia, berkolaborasi dengan pendatang baru hingga seniman senior. Di sisi lain, SPOT akan menampilkan kurasi presentasi tunggal karya instalasi berskala besar dari sejumlah peserta galeri. Kali ini, Sektor SPOT akan menyuguhkan karya Iwan Effendi yang dibawa oleh Ara Contemporary, serta karya dari kolektif Ruang Mes 56 yang dibawa kohesi initiatives.
Selain menjadi showcase dari keberagaman bahan tersebut, Art Jakarta Papers juga akan mengupas gagasan dan isu seputar praktik-praktik yang menggunakanya, menunjukkan kedalaman dari kertas sebagai sebuah medium seni. Rangkaian diskusi ini akan melibatkan berbagai pemain dalam industri seni rupa, dari seniman, kurator, galeri, kolektor, konservator hingga institusi seni. Hadir enam program diskusi weekend ini, meliputi topik antara lain:
Posisi karya kertas dalam ekosistem seni rupa
Tantangan konservasi kertas dalam konteks iklim tropis
Peluang pasar internasional untuk seniman kertas indonesia
Revolusi karya kertas Indonesia
Kertas sebagai ruang eksperimen
Restorasi kertas
Bagai Origami, Apresiasi Untuk Seni Kertas Berlipat Ganda di Art Jakarta Papers!
Art Jakarta Papers mengajak pengunjung untuk membaca ulang medium kertas: bukan sekedar sebuah eksplorasi praktik-praktik penggunaanya saja, mulai dari karya gambar dan cetak grafis hingga patung dan instalasi, tapi juga mendalami kekayaan kertas secara konseptual, material dan historis dalam konteks seni rupa kontemporer. Dengan pekan seni ini, ekosistem dan pasar seni berbasi kertas lokal dan regional pun semakin diperkuat!
Lewat seni, mari kita temukan apresiasi baru untuk bahan sehari-hari ini. Tadinya dianggap sebagai sesuatu yang mendasar, layaknya origami, dengan kreatifitas seniman-seniman ini, kertas yang simpel-pun bisa menjadi medium seni yang membawa makna mendalam tersendiri.
Art Jakarta Papers terbuka untuk publik dari 11:00 hingga 21:00 Sabtu dan Minggu ini, simak akun instagram @artjakarta dan situs resmi artjakarta.com untuk informasi lebih lanjut.