Nonton Film Madagaskar, Meksiko, Sampai Myanmar di 100% Manusia Film Festival
Satu dekade sejak pertama kali diselenggarakan, 100% Manusia Film Festival hadir kembali tahun ini, menayangkan 24 film panjang dan 62 film pendek, yang dapat dinikmati tanpa biaya di sebelas venue berbeda di Jakarta, Bali, hingga Yogyakarta!
Dari pemutaran film hingga program non-film yang sebagian besar dapat diikuti secara gratis, 100% Manusia Film Festival kembali menjadi ruang aman untuk saling berbagi perspektif, membangun empati, dan merayakan keberagaman.
Dikenal sebagai advokat untuk isu-isu pemberdayaan perempuan, aktris serta Duta Festival tahun ini, Hannah Al Rashid, menekankan keistemewaan festival ini sebagai ruang aman yang mendukung percakapan tentang isu kemanusiaan:
"Di tengah dunia yang semakin mudah memberi label kepada orang lain, festival ini mengajak
kita untuk kembali melihat manusia sebagai manusia.
Saya berharap semakin banyak orang datang, menonton, berdiskusi dan merasakan sendiri bagaimana film dapat membuka hati, memperluas perspektif, serta menunjukkan bahwa empati adalah bahasa yang mampu melampaui berbagai perbedaan," lanjutnya.
Mencerminkan tema ‘A Decade of Love Language’ adalah kompilasi enam film pendek dari enam kota di seluruh Indonesia yang menjadi pembuka festival ini. ‘100% Love Language’ menghadirkan kisah cinta dalam berbagai bentuk, dari kehangatan, kesederhanaan, hingga keberanian untuk tetap mencintai di tengah kesulitan.
Seluruh program film tahun ini di kurasi dengan mempertimbangkan beragam wajah kemanussiaan di kehidupan sehari-hari. 86 film tahun ini dihadirkan dari 21 negara berbeda, di antaranya Austria, Beland, Filipina, Kamerun, Madagaskar, Meksiko, Myanmar, Nepal, Spanyol, Swedia dan Vietnam.
Film dokumenter yang tayang perdana di Busan International Film Festival 2025, 10s Across Borders karya sutradara Chan Sze-Wei, akan menjadi penutup 100% Manusia.
"Lewat tema ‘A Decade of Love Language’, kami ingin merayakan perjalanan festival ini sambil mengajak lebih banyak orang melihat bahwa empati adalah bahasa yang dimengerti semua orang.” ujar Rain Cuaca, salah satu Kepala Program di 100% Manusia Film Festival.
Sebagai bagian dari perayaan satu dekade, festival ini juga menghadirkan beberapa program baru, seperti:`
‘100% KISS (Keep It Sassy & Short), program kurasi khusus film-film pendek berdurasi dibawah 10 menit.
‘100% SEAblings yang menayangkan film-film pendek dari negara-negara Asia Tenggara.
Selain pemutaran film, masyarakat juga dapat mengikuti berbagai program non-film bertema seni, literasi, musik, kesehatan dan kegiatan komunitas lainnya. Seperti:
100% Exhibition, pameran arsip perjalan satu dekade perjalanan, perkembangan dan isu-isu kemanusiaan yang diangkat 100% Manusia Film Festival.
Tur jalan kaki menelusuri sejarah hak asasi manusia, toleransi dan keberagaman di Jakarta, 100% A Walk to Understand
100% Outloud, panggung slam poetry mengenai berbagai isu sosial!
Bedah buku dan dan diskusi bersama penulis 100% All You Can Read,
Sesi karaoke publik 100% In Harmony!
Dalam rangka memperkuat jejaring festival film, 100% Manusia Film Festival tahun ini juga menghadirkan Cinema Without Borders. Kegiatan capacity building ini membuka ruang berbagi pengetahuan yang diikuti oleh 14 peserta dari berbagai negara Asia Tenggara, dan merupakan kolaborasi dengan Movies That Matter Festival di The Hague, Belanda.
Puncak lokakarya ini adalah 100% Meet The Festivals, yang akan berlangsung pada 10 Agustus 2026 nanti. Para peserta akan mempresentasikan festival mereka kepada publik di Erasmus Huis Jakarta, dilanjutkan dengan pemutaran 100% SEAblings.
Di 100% Manusia, berbagai isu sosial dan hak asasi manusia akan didiskusikan lewat film dan medium kreatif lainnya. Festival film ini tidak hanya menjadi tempat ruang bertemu bagi para sineas saja, tapi juga aktivis, akademisi serta komunitas juga!
Informasi mengenai jadwal lengkap, registrasi serta rangkaian acara bisa ditemukan di situs resmi 100persenmanusia.com dan akun X dan Instagram resmi 100% Manusia Film Festival.